Tanam Padi Bersama Menuju Swasembada Pangan di HUT RI ke 80
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, BRMP NTB menggelar kegiatan Tanam Padi Bersama di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (12/08/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan BRMP NTB terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Momentum ini semakin istimewa karena dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-80.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BRMP NTB, Dr. Ir. Awaludin Hipi, M.Si, dan diikuti oleh seluruh ASN, tenaga kontrak, mahasiswa, serta siswa yang tengah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Turut hadir Kepala UPT, koordinator, dan tim (BPP) Kecamatan Jonggat.
Sebelum turun ke sawah, peserta mendapatkan penjelasan teknis mengenai standar budidaya padi sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian. Mereka juga diperkenalkan dengan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk cara kerja mesin tanam padi.
Kegiatan tanam padi bersama pun dimulai. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka mempraktikkan penanaman padi secara langsung di petak sawah. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti setiap arahan teknis dan menanam padi dengan metode yang tepat.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP NTB menegaskan tugas besar Kementerian Pertanian untuk mensukseskan swasembada pangan. “Jika ingin swasembada pangan, kita juga harus mampu swasembada benih. Pada 2026, BRMP NTB menargetkan siap menyediakan benih padi unggul,” jelasnya.
Selain produksi padi, Kepala BRMP NTB juga memaparkan sejumlah program strategis untuk pengembangan komoditas unggulan. Di antaranya adalah produksi bawang putih sebagai komoditas nasional, penyediaan benih gandum dan kedelai untuk mengurangi ketergantungan impor, serta pengembangan peternakan unggas melalui ayam KUB. Kepala BRMP NTB juga menekankan pentingnya penerapan pertanian modern, salah satunya melalui penanaman varietas unggul baru (VUB) Inpago Forties yang memiliki berbagai keunggulan.
Kepala BPP Jonggat, dalam kesempatan yang sama, menambahkan bahwa budidaya padi tidak cukup hanya mengatur pola tanam, tetapi juga harus diiringi penyiapan benih unggul. “Dengan pola tanam jarwo dan pengairan intermitten, kita berharap produktivitas padi di Jonggat terus meningkat,” ujarnya.
Sebagaimana pejuang dahulu merebut kedaulatan bangsa di medan perang, kini perjuangan itu dilanjutkan di sawah dan ladang untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Tanam padi bersama di HUT RI ke-80 ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari mempertahankan kemerdekaan.